Di dalam ekologi laut tropis kita harus mengetahui dulu asal mula istilah Ekologi. Ekologi pertama kali di gunakan oleh Haeckel 1860-an. Ekologi berasal dari kata Oigos yang berarti rumah dan Logos yang berarti ilmu. Mata kuncinya yaitu materi, energi dan informasi. Ekologi merupakan organisme abiotik dan biotik dengan lingkungannya. Ekologi bahari menitik beratkan pada totalitas atau pola, hubungan antar-jasad dan hubungan antara jasad dengan laut sebagai lingkungan hidup. Siklus terjadinya ekologi yaitu:atom→molekul→sel→jaringan→individu→populasi→komunitas→ekosistem→ekologi
Laut mempunyai beberapa hal yang menarik di banding di daratan di antaranya :
- Laut merupakan perairan yang dalam dan pada tiap kedalaman terdapat perbedaan habitat.
- Air laut beredar tanpa henti, perbedaan suhu udara wilayah kutub dan wilayah tropik mengakibatkan angin kencang.
- Laut di pengaruhi oleh jenis gelombang dan pasut ( tide ) yang merupakan akibat daya tarik bulan dan matahari.
- Air laut merupakan suatu larutan garam.
Selain itu ada juga hubungan laut dengan hubungan hidup bahari yaitu :
- Laut untuk penghubung antar bagian bumi
- Sebagai sumber makanan untuk melengkapi bahan makanan yang ada di daratan contoh : ikan,cumi-cumi dan lain-lain.
- Sebagai sumber energi, ( minyak bumi ) karena terdapat fosil di lepas pantai
- Keanekaragaman yang sangat tinggi, khususnya laut tropik
Banyak hal yang membedakan karakteristik dari laut tropik dengan yang lainnya :
- Laut Tropik : hanya ada dua musim yaitu kemarau dan hujan. Pada laut tropik matahari akan menyinari terus menerus sepanjang tahun. Hewan yang hidup predator tinggi ( hiu,tuna,setuhuk,lansetfish ) dan predator lainnya (lumba-lumba, cumi-cumi).
- Laut Subtropik : terdapat empat musim yaitu semi, gugur, dingin dan panas. Hewan yang hidup predator tinggi ( lumba-lumba, anjing laut dan singa laut, paus dan burung-burung laut ) dan predator lainnya( salem dan cumi-cumi ).
- Laut Kutub : pada laut kutub masa produktifitas sangat pendek. Hewan yang hidup predator tinggi ( paus ) dan predator lainnya ( anjing laut dan singa laut ).
Hewan yang berada di laut tropik, laut subtropik dan laut kutub biasanya memiliki habitat yang berbeda-beda. Perbedaan itu juga terdapat pada relung dan adaptasinya. Adaptasi ada tiga golongan yaitu adaptasi fisiologis, adaptasi morfologi dan adaptasi kultural. Selain itu pula ada hewan yang tidak mengalami adaptasi di sebut maladaptasi. Seperti contoh pada terumbu karang akan mengalami proses bleaching ( tidak bisa menerima air yang ekstrim ).
Proses adaptasi yang terus-menerus menyebabkan evolusi. Evolusi bersifat terarah dan dapat di turunkan. Evolusi di temukan oleh Charles Darwin. Selain itu pula evolusi melahirkan makhluk hidup yang jenisnya baru.
Istilah relung hampir sama dengan niche namun yang membedakan dalam peranannya dalam komunitas dan posisinya pada gradien lingkungan seperti temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain. Konsep relung (niche) dikembangkan oleh Charles Elton (1927) ilmuwan Inggris. Niche tidak hanya tergantung di mana organisme tadi hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat oleh spesies lain. Selain itu pula pengetahuan tentang niche, sebagai landasan untuk memahami berfungsinya suatu komunitas dan ekosistem dalam habitat utama.
Suksesi hampir sama dengan asal mula kehidupan di dunia. Suksesi terbagi atas 2 :
- Suksesi yakni primer, organisme mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan contohnya delta
- Sekunder, terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan
Di setiap ekosistem terdapat faktor pembatas untuk beradaptasi dengan lingkungan hidupnya :
- Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum.
- Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.
- Pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien, suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan.
Dalam makhluk hidup terjadi siklus biogeokimia yang merupakan aliran energi untuk makhluk hidup lainnya. Siklus berlangsung terus-menerus dan Biogeokimia adanya perubahan dari biosfer yang hidup dan tak hidup yang menyangkut materi. Sedangkan siklus biogeokimia atau siklus organikarogaik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Fungsi biogeokimia yaitu untuk mengendalikan unsur kimia yang telah terpakai dan hanya sekitar 30-40% unsur yang terpakai.
Siklus biogeokimia terdapat nutient di mana nutrient tersebut masuk ke ekosistem melalui weathering, atmospheric input, biological nitrogen fixation, dan immigration. Kemudian nutrient tersebut keluar dari ekosistem melalui erosian, leaching atau intrusi ( dari air tanah ), gaseous losses ( pembuangan berupa gas ), dan emigration dan harvesting.
Siklus biogeokimia terjadi beberapa siklus di antaranya siklus nitrogen, siklus fosfor dan siklus karbon dan oksigen.
- Siklus nitrogen : Dalam siklus ini nitrogen juga biasanya bereaksi dengan oksigen dan hidrogen dengan bantuan kilat/petir. Siklus ini awal mula nya terjadi di tumbuhan, tumbuhan tersebut memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3) ,ion nitrit (N02-) ,dan ion nitrat (N03-).

- Siklus fosfor : Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan ) dan senyawa fosfat anorganik ( pada air dan tanah ). Dalam fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati di uraikan oleh dekomposer ( pengurai ) menjadi fosfat anorganik. Kemudian fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Dan fosfat anorganik ini akan di serap oleh akar tumbuhan kembali.

- Siklus karbon dan oksigen : Dalam siklus biogeokimia siklus ini merupakan siklus terbesar. Ada tiga hal yang terjadi pada karbon yaitu tinggal dalam tubuh, di respirasi oleh manusia dan sampah/sisa.

Dalam setiap ekosistem baik padang lamun, mangrove dan yang lainnya pasti terbentuk sistem pengeloaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Sistem pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu di kenal juga dengan Integrated Coastal Zone Management (ICZM),Integrated Coastal Zona Planning and Management dan yang lainnya. Pengertian Integrated Coastal Zone Management yaitu “Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment).”
Di Indonesia terdapat beberapa potensi sumber daya alam pesisir dan laut di antaranya yaitu :
v Terumbu karangà menyediakan berbagai barang dan jasa untuk makanan dan mata pencaharian, pariwisata, sumber bahan obat dan kosmetik, habitat Perlindungan dan bertelur
v Mangrove à nursery ground, spawning, dan feeding ground banyak spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang
v Lamun/seagrass à nursery ground, daerah pencarian makan bagi mamalia laut
v Rumput laut/seaweed à pangan dan obat-obatan
Wilayah sumber daya alam terbagi atas pesisir dan lautan serta estuaria. Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang, dan ke arah laut meliputi daerah papaan benua. Perencanaan Terpadu untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan berbagai aktivitas kegiatan. Terprogram untuk tujuan keharmonisan, optimal antara kepentingan lingkungan, pembangunan ekonomi dan keterlibatan masyarakat, pengaturan tata ruang. Sedangkan lautan merupakan satu kesatuan dari permukaan, kolom air sampai ke dasar dan bawah dasar laut. Di luar batas wilayah teritorial (3 sampai 12 mil) sbagai wilayah laut. Dan estuarina adalah teluk di pesisir yang sebagian tertutup, tempat air tawar dan air laut bertemu dan bercampur.
Di wilayah pesisir terdapat ekosistem mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Ekosistem terumbu karang luasnya di Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik. Tekanan terhadap keberadaan terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia. Manfaatnya mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi), sebagai daya tarik wisata bahari dan secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut. Dan Karang memerlukan kondisi tertentu untuk dapat tumbuh dengan baik seperti :
- Air dengan transparansi tinggi (jernih)
- Suhu air yang berkisar antara 23 – 32 derajat celcius
- Kedalaman perairan kurang dari 40 m
- Salinitas yang berkisar antara 32 – 36 per mil
- pH 7,5 – 8,5
Ancaman terhadap terumbu karang yaitu :
- Pencemaran minyak dan industri.
- Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang.
- Peningkatan suhu permukaan laut.
- Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik.
- Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien.
- Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan.
- Perusakan akibat jangkar kapal.
Ekosistem padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang tinggi. Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong serta sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang.
Ancaman terhadap padang lamun :
- Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi )
- Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin
- Pembuangan sampah organik
- Pencemaran limbah pertanian
- Pencemaran minyak dan industri
Ekosistem mangrove Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Luas hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di dunia (2,5-3,5 juta Ha,18-23 % luas mangrove di dunia dan lebih luas dari Brasil).
Ancaman terhadap mangrove :
- Konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak, pemukiman, pertanian, pelabuhan dan perindustrian
- Pencemaran limbah domestik dan bahan pencemar lainnya
- Penebangan ilegal









CommEnt di sini yach